Kepada Maya Aku Tulis Surat Ini

29 February 2008

Sekali lagi
aku katakan kepada Maya
aku masih rajin mengeluh dan merasa menderita
ketika mulutku sedang mengunyah sekalipun
ketika aku masih bisa semena-mena berbuat dosa
ketika aku masih setia berteman dengan dosa
ketika aku masih tekun memeluk dosa

aku masih jauh dari Tuhan 

sedangkan engkau, Maya
aku hafal betul
bagaimana gemetarnya bibir tipis-mu membaca Al Quran
lembutnya suara keluh-kesah bacaan do’a
dan wajahmu selalu basah oleh wudhu-mu
engkau yang selalu memakai senyum
sebagai keping hidupmu
kendati ku tahu, ada yang terbakar di bekas tapak kakimu
tapi semua kau simpan dalam kantong sabar dan maafmu 

kepada Maya, aku tulis surat ini
karena aku ingin meminta kau
untuk menemaniku, mengantarkanku
memakaikan kopiah dan sarung,
menghamparkan sajadah ke arah kiblat
agar semua terletakan dengan sempurna
ke hadapan-Nya 

Maya, antarkan aku mengubur masa laluku
temani aku bangkit ke masa baruku
kepadamu aku melamar hati
untuk bersama kita mengaji


Tertinggalkan Waktu

29 February 2008

by : peterpan

Kau terbangun dari tidur panjang yang lelahkanmu
Sesali wajahmu merenta kisahmu terlupa
Kau sadari semua yang berjalan tlah tinggalkanmu
Dan tak dapat merangkai semua dekat di khayalmu

Kau harapkan keajaiban datang
Hadir dipundakmu
Kau harapkan keajaiban melengkapi khayalmu

Kau biarkan mimpi tetap mimpi
Yang melengkapi khayalmu
Kau terhenyak dan terbangunkan
Dan harapkan keajaiban datang hadir dipundakmu

Kau mencari letak masa lalu yang lepaskanmu
Sesali wajahmu merenta kisahmu terlupa
Kau sadari semua yang berjalan tlah tinggalkanmu
Dan tak dapat merangkai semua dekat di khayalmu

Kau harapkan keajaiban datang
Hadir dipundakmu
Kau harapkan keajaiban melengkapi khayalmu


Masih Tentangmu

28 February 2008

sebuah goresan pena dari : Fisca

Aku pernah membayangkanmu hadir dalam hidupku yang sepi

kau maya, tak berwujud untuk memeluk hatiku yang kedinginan

selalu berharap kau akan jadi nyata

jadi sahabatku

Aku memimpikanmu

sebelum kau datang padaku waktu itu

menawarkan damai bersamamu, utuh

di setiap malamku

Dan di suatu pagi aku menemukanmu

di antara waktumu yang tak pernah sepi,

kau memberi petunjuk padaku untuk mendapatkanmu

aku menunggumu, tanpa ku harus tahu siapa kau

Kemudian aku mengingatmu

selalu di setiap hembusan nafasku

sementara aku tak pernah mengerti

kenapa harus kau

Aku menunggumu

menghampiri aku di sini dengan ceriamu yang lugu

hangat tawamu, dan bening sinar matamu

serta senyum malaikat itu

sampai masa itu sendiri yang akan menjemputku, padamu

Dan aku mendapatkanmu saat kau tawarkan nyamannya memeluk hidup bersamamu

kau, yang menjadi kekuatanku

ketika aku lelah melangkah

Lalu aku bersamamu

dan aku merasa itu akan selalu begitu

sepanjang waktu yang tersisa sampai matahari berhenti bersinar

Menjadikanku merindukanmu

saat-saat kau jauh dari sisiku

cemas, jika ternyata kau tak kembali untukku

sangat takut kehilanganmu

Aku sayang kau

apa adanya, dengan segala yang ada padamu

setulus hatiku:

aku cinta kau

. . .

Tapi waktu telah habis, sebelum semua janji terpenuhi

hidupku harus kembali sepi dengan hatiku yang kedinginan lagi

kehilangan kekuatan dan tempatku berteduh

kembali ke masa saat kau masih jadi bayangan, tak nyata

Aku kehilanganmu

selamanya

harum nafasmu dan wangi tubuhmu jadi mimpi

dan tanpa senyum malaikat itu lagi…


Aku Rindu Maya

27 February 2008

Kembali ke sudut gelap, terbangun
meronta menyingsingkan segala kemunafikan
menempa pahit mencecap kerinduan
berparuh waktu, berparuh ruang
demi maktub
dia yang hadir karena-Mu

Aku rindu Maya
mencoba … mencoba … ya aku mencoba
terhimpit keluh terkuak kepedihan batin
hanya sebaris janji terlintas
menyudahiku

Cinta yang menang, telah melarut
benci yang datang, tak pernah mencarut
Maya,
karena kesemuan lebih indah dari kenyataan

Hanya lewat, tersungkur
tak pernah kembali
kau masih milik dunia, kita berdua
sementara aku terlalu bosan disini

Lalu kenapa kau kucari ?


Ketika Jilbabmu Menyandar di Lenganku

26 February 2008

Ketika jilbabmu menyandar di lenganku
kulihat bening matamu berpijar cahaya
yang selama ini tercuri dari gerbong hati

Aku ingin larut menekuri arus senyummu
hingga hanyut dan terdampar di muara mimpi
dimana aku menggurat harapan serapi alismu

Ketika jilbabmu menyandar di lenganku
Aku hanya bisa berharap engkau tak menyadari
sandaran lengan itu lenganku bukan lenganmu

wahai dunia, apa yang harus kulakukan denganmu?
mengendap-endap sunyi sembari mencari celah
menunggu-nunggu kesempatan

menjaga jarak membayang-bayangi terus
dan terus menghindari perasaan
melawan arus, terbawa arus, mengikuti arus,
atau terjun langsung ke pusaran

Ketika jilbabmu menyandar di lenganku
kau mengombang-ambingkan kesadaran
membuat kami melupakan akan kelap kesunyian
membuat jatuh, terkelupas

Ketika jilbabmu menyandar di lenganku
tapi entahlah,

coretan puisi ini diapresiasikan untuk kagum ku pada jilbabmu


Ku Merindu Nafas Kekasih

26 February 2008

maaf, duhai nafas kekasih …
baru saja tersebut nama mu ke liang tidurku
begitu lancang …
hingga rapih menghias bulir-bulir rindu …
gerangan apa merindumu ialah sebuah kekalahan … ???

merindumu tak sekedar sebuah perenungan di taman mimpi …
ketika aromanya menjuntai sentuhan irama di gigir pelangi …

duhai nafas kekasih …
alangkah perihnya merajam rinduku …
rinduku ialah segenap bahasa airmata yang tertahan disudut mata …
rinduku ialah sebentuk sajak-sajak yang tercatat di kusamnya dinding jiwa …
rinduku ialah sewujud symphoni yang terlepas di cakrawala …
tanpa ikatan dan dan kecemasan …
ataupun mungkin …
rinduku ialah rindunya deru nafas dalam bayang-bayang pertemuan …
entahlah, …
hasratku terbatas bahasa dan norma …
jawablah … !!!

sebab, kekasih …
sewaktu ku lupa sejenak santun namamu …
di jantung malampun ku tersesat sesaat …
cuma merajai akal dan logika di hati …
sungguhpun demikian …
aku kalah (lagi) diantaranya …

gerangan apa merindumu ialah sebuah kekalahan … ???



Diam Dingin Tikar Tua

26 February 2008
Udara dingin semakin dingin hari ini
Tubuh rentaku terbaring lemas di atas tikar tua yang terasa mencoba menghangatkanku
“Aku lelah…aku lelah” Aku berkata padanya
“Aku lelah jalani hidup ini kawan…..aku lelah”
Dia masih terdiam….hanya diamUdara musim dingin ini begitu menusukku….
Menusuk tulang dan hidungku dengan aroma comberan jalan seberang
Sialan..sialan…angin sialan…tubuh renta sialan…
Pergilah….enyahlah…kenapa tidak kau biarkan tubuh tua ini terbaring dengan tenang…sialan.

Kulanjutkan perkataanku pada tikar tua yang mencoba menghangatkanku itu
“Kau tidak bosan…kau tidak mual bersama tubuh tua yang kau temani slalu ini
Kau tidak bosan….?”
Aku semakin heran dengan sikap tabahnya…
Dia masih saja tak berkata padaku

Anggur di mana anggurku….aku ingin minum air surga ini..penolongku…ke mana penolongku
Sialan…sialan….orang Georgia hitam itu mencuri botol anggurku…
Mungkin mereka sama sepertiku…
Butuh kehangatan di malam ini…….
Ya…biarlah….kukira cukup ada engkau di sini menemaniku…
Tapi kenapa kau diam saja..ayolah berbincanglah denganku
Lama sekali kita tidak berbicara dan kau mendiamkanku
Kau ingin aku cepat mati..hah..!
Sialan…sialan…semua memusuhiku termasuk engkau kawan karibku…

Ayolah bicara padaku…
Aku tak mau terus begini…
Berbicara sendiri dan menatapmu mendiamkanku
Aku bisa segera mati karena ini….
Ayo bicaralah…bicaralah padaku…..
Aku tak dapat hidup bila kau terus begini kawanku….
Aku rindu suaramu….aku rindu kau menghiburku dengan nyanyian kita muda dulu…bersama orang-orang Georgia dulu….aku rindu..aku rindu… kita bernyanyi bersama tentang tanah kita…Georgia..oh Georgia40204326


Suratku Untuk Matahari

26 February 2008

Mataku memang sudah tertutup rapat karena silaunya asmara telah membutakan mataku,tapi tidak mata hatiku……

Kekasihku ku sadari ketika kebohongan mataku terpancar memperdaya bunga-bunga dan menjadi layu,bukankah itu lebih baik?dari pada mereka mati bersmaku,tahukah engkau bahwa sesuatu yang layu pasti akan tumbuh harapan yang baru,meski bukan benihku,tapi setidaknya akulah jalan bagi harapan-harapan baru.

Kekasihku tidak sesentipun aku jengah dan jijik terhadapku,Tawaku adalah ratapan tapi bukan penyesalan,karena aku tahu setiap harapan pasti membutuhkan pengorbanan,setiap cita-cita pasti menggoreskan luka,dan setiap cinta pasti membutuhkan kesabaran dan rela,sayangku sadarkah dirimu bahwa setiap inci tangis yang kubuat adalah benih dari bahagia.

Kekasihku aku tahu bahwa aku tak pernah sesabar tuhan ketika tuhan mengahadapiku,maka dari itu aku sadar bahwa aku adalah serapuh-rapuhnya manusia.

Kekasihku biarkan hari ini mendung dan hujan,bukankah esok pelangi dan matahari pasti akan nampak?.

Aku yakin aku mendengar bisikanmu,dan aku yakin itu adalah doa penerang dari kegelapan samudra


Tenggelam dan Luka

26 February 2008
Anak dara berdiri di ujung kampung
pandang jalan, jalang natap yang lewat
menanti jejaka menghampir lalu mengajak pergi
pada suatu tempat indah. dan ia akan berkata
kepada ibunya, “aku tak lagi sendiri, seorang pangeran
mengambil aku, bawa pergi ke tempat indah”.
Anak dara berdiam dalam rumah
meratapi nasib, tak lagi berdandan
hatinya luka,  pisau mengiris jiwa
kekasih pergi bawa sebagian darah
Anak dara berlari pada lampu kota
mencari darah yang hilang di keramaian
meminta kembali pada setiap jejaka
nyanyikan lagu permohonan mendekap harapan
hingga jiwa tenggelam pada  dosa tak terbalas

Kenapa Harus Bersedih, Padahal Kita Bertauhid

26 February 2008

Kita telah masuk dalam rumah Islam yang didalamnya telah penuh tersedia segala kebahagiaan dan kecintaan. Kita bebas memilihnya dengan pertimbangan hati nurani yang bersih (sesuai alquran dan assunnah). Kita telah bebas dari cengkeraman perbudakan orang lain, akan tetapi kenapa kita masih saja bersedih?

Kita tidak punya uang, kita bersedih…
Kenapa kita menggantungkan kebahagiaan kita pada sesuatu diluar diri kita?.
Alangkah jauhnya kebahagiaan kita jika harus bergantung pada apa-apa selain yang ada pada diri kita dan apa-apa yang ada disisi Allah

Aku pernah dapat teman dia suka sekali bosan, saya tanya padanya…
Kenapa kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada mood?
Kenapa kamu menggantungkan kebahagiaanmu pada teman?
Lantas kalo teman kamu sudah tidak ada, kamu mau frustasi?
Dan kalo kamu menderita penyakit akut, hilang juga segala rasa bahagia dalam hatimu?

Kenapa kita masih saja suka bersedih, padahal kita umat yang dimuliakan?
Selayaknya kesedihan kita, amarah kita, cinta dan beci kita adalah pada selayaknya
Segala yang akan mengantarkan pada sebenar kebahagiaan kita
Apa-apa yang benar-benar bisa kita miliki…
Hanya amalan shaleh yang terpelihara (Allah berkenan menerima) yang benar kita miliki
Bukan apa yang bisa kita pegang, bukan pada pengharapan sekedarnya

diambil dari : puisi muslim