Sekali lagi
aku katakan kepada Maya
aku masih rajin mengeluh dan merasa menderita
ketika mulutku sedang mengunyah sekalipun
ketika aku masih bisa semena-mena berbuat dosa
ketika aku masih setia berteman dengan dosa
ketika aku masih tekun memeluk dosa
aku masih jauh dari Tuhan
sedangkan engkau, Maya
aku hafal betul
bagaimana gemetarnya bibir tipis-mu membaca Al Quran
lembutnya suara keluh-kesah bacaan do’a
dan wajahmu selalu basah oleh wudhu-mu
engkau yang selalu memakai senyum
sebagai keping hidupmu
kendati ku tahu, ada yang terbakar di bekas tapak kakimu
tapi semua kau simpan dalam kantong sabar dan maafmu
kepada Maya, aku tulis surat ini
karena aku ingin meminta kau
untuk menemaniku, mengantarkanku
memakaikan kopiah dan sarung,
menghamparkan sajadah ke arah kiblat
agar semua terletakan dengan sempurna
ke hadapan-Nya
Maya, antarkan aku mengubur masa laluku
temani aku bangkit ke masa baruku
kepadamu aku melamar hati
untuk bersama kita mengaji
Posted by 9november
Posted by 9november
Posted by 9november