25 May 2008
Andai tidak ada cinta di dunia ini maka aku tak akan berdiri disini. Andai tak ada dia dalam hidupku maka aku tak akan pernah ada disini. Langit gelap seolah tak ada satu pun orang yang peduli terhadap gelapnya hatiku. Udara dingin menusuk tubuhku seolah menghina akan nasibku. Aku berdiri setinggi hatiku yang hancur , diantara langit langit gedung tertinggi. Hanya ditemanin oleh suara angin yang terus melewati hatiku.
Akankah aku melompat untuk melepaskan semua. Ayah dimana kau ketika aku ingin bertanya, Ibu dimana kau ketika aku ingin memelukmu. Semua seolah menjauh. Bahkan kau…yang aku sayangi tega menghianati kesetiaanku. Kau lelaki yang kucinta dan kusayang namun kau lampas semuanya. Cintaku, hatiku, mahkotaku dan kesetiaanku. Read the rest of this entry »
2 Comments |
Sahabat Pena |
Permalink
Posted by 9november
22 May 2008
Ok, kita akan belajar sedikit munafik. Ya, tentunya menjurus ke sebuah penasbihan yang lebih positif. Tema yang akan kita angkat kali ini adalah “CINTA”. Kata yang satu ini lebih populer dari apa pun dan siapa pun. Cinta itu buta. Cinta itu indah. Cinta itu anugerah. Cinta itu agung. Cinta itu suci. Cinta itu kejam. Cinta itu keji. Cinta itu menyiksa. Cinta itu bla..bla..bla…
Yup! Cinta itu tidak pernah salah. Karena cinta adalah satu objek dari reaksi seketika yang tidak bisa diterjemahkan oleh kamus mana pun. Bahkan, laboratorium tercanggih pun tak kan bisa menguraikan unsur-unsur kimia yang membentuk suatu objek yang namanya “cinta”. Lalu, kenapa cinta selalu menjadi “kambing hitam” dari setiap maslah yang diderita oleh si subjek? Read the rest of this entry »
3 Comments |
Tulisan Gak Jelas |
Permalink
Posted by 9november
21 May 2008
Senyummu, angin yang menyejukkan hatiku
Dan dengan isyarat lain
Menggapai asa demi asa
Seperti anganku, membangun istana yang lain
Dengan segenggam angin
Aku berjalan menuju horizon waktu
Lengking suara anjing jauh meniti malam
Koyak bersama denting jam
Dalam bahasa waktu yang kaku
Masihkah kau kejar bayang-bayangmu?
Dirimu yang termakan arus peradaban maju
Mencatatkan ziarah panjang di hatiku
Kendati cinta tak jua berlalu
Maka, akulah arca
Yang terpahat dari belantara cinta
Dan selalu kuingat, bagaimana aku terpenjara
Senyummu, angin yang menyejukkan hatiku
Kubiarkan menggerai seperti tetes gerimis
Dan terbenam di dalam kehampaan
Leave a Comment » |
Sahabat Pena |
Permalink
Posted by 9november
15 May 2008
Ternyata aku memang mencintainya. Setiap malam aku memikirkan ini, dan sekarang baru aku merasa yakin kalau rasa ini memang hanya untuknya. Semakin aku mengenalnya, seakan aku tak bisa lepas lagi darinya. Maya, aku sangat mengagumimu. Sosok yang begitu sederhana. Yah, alasan itulah yang selama ini membuatku tak berani meneruskan rasa ini.
Aku, seorang pemilik bisnis komputer yang cukup terkenal, tak mungkin bisa jatuh cinta pada seorang gadis biasa seperti dia. Aku yang lulusan S2 sebuah PTN terkenal di Jakarta tak mungkin bersama gadis yang hanya lulusan SMA. Aku yang terus berprestasi sepanjang masa studiku hingga sekarang berkarir, tak mungkin berniat serius dengan anak seorang pemilik warung pinggir jalan seperti dia. 6 bulan lebih aku tetap pada pemikiranku itu. Sungguh, aku tak mungkin bersama dia. Apa kata dunia bila aku pacaran, dan akhirnya Read the rest of this entry »
3 Comments |
Sahabat Pena |
Permalink
Posted by 9november
12 May 2008
Alkisah, di suatu pulau kecil tinggallah berbagai benda abstrak ada CINTA, kesedihan, kegembiraan, kekayaan, kecantikan dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik. Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kakinya. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Sahabat Pena |
Permalink
Posted by 9november