Gadis Novel di Atas Mikrolet

27 June 2008

ya Allah, aku tidak tahu apakah ini anugerah yang kau berikan atau ujian untuk ku. kenapa aku harus duduk berhadapan dengan gadis ini… tolong kuat kan pandangan ku …

dalam hati aku terus bergumam. mencoba memalingkan pandangan ku dari satu sosok yang tengah duduk dihadapan ku. tapi, jika aku palingkan pandangan ku, onak dan duri dalam benak ku terus menyuruh ku untuk segera melirikan mata ku ke arah gadis itu.

betapa tidak, keanggunan gadis dengan paras wajah padang pasir itu terus menerus menggoda ku. balutan jilbab biru langit yang ia pakai, semakin menambah keyakinan ku, betapa cantiknya makhluk di depan ku ini. Tak ayal, sebagai lelaki normal, aku pun mencoba mencuri-curi perhatiannya. berharap ia pun melayangkan panadangan nya ke arah ku. Read the rest of this entry »


Terima Kasih Untuk Jilbab Biru

18 June 2008

kisah ini diambil dari sebuah milis komunitas pembuat cerpen.

Mas Ariesta Wirastiawan, telah bekerja di suatu perusahaan yang cukup baik. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja, ganteng! Dahulu Mas Ariesta juga udah mampu membiayai Kuliahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang Kuliah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku. Karena kami berdua adalah yatim piatu. Read the rest of this entry »


Gadis Senja

11 June 2008


maafkan jika kau ku sayangi
dan bila ku menanti
pernahkah engkau coba mengerti
lihatlah ku disini
mungkinkah jika aku bermimpi
salahkah ku menanti

mungkin lagu ini menjadi OST hatiku. atau mungkin juga aku selalu merasa lagu itu menyindirku. tapi, seperti biasa, aku hanya bisa melihatnya, memandangnya, memeprhatikannya dan mengaguminya.

terasa sangat indah memang, meperhatikan senyum dan gelak tawanya. walaupun harus ku akui entah dilemparkan untuk siapa senyum itu. bahkan aku tak pernah tau dengan siapa dia tertawa. aku pun tak pernah tau siapa dia. tak tebesit dalam benak ku untuk mengenalnya lebih jauh. aku hanya mengaggumi sosoknya, dari sini, dari sisi anganku. Read the rest of this entry »


Harajuku, Bergaya ala Jepang

9 June 2008

Harajuku
bagi sebagian besar anak muda gaul, khususnya di kota2 gede, kata yang satu ini tentunya sudah pamilier (familier). dandanan dengan mengecat rambut dan muka ala jepang ini sangat nge-tren di Indonesia. Biasanya para Harajuku ini pada nongkrong di pinggir2 jalan, terutama pada hari minggu atau hari libur, layaknya komunitas anak pang (punk). ngobrol, ngerumpi, nyanyi2, jalan2 adalah kerjaan mereka. bandung dan jakarta menjadi pusat gaya ala jepang ini.

cap negatip sering mampir kepada meraka. walaupun pada dasarnya Harajuku adalah sebuah komunitas pecinta mode Jepang. namun seperti yang kita ketahui, sebagai “orang Indonesia”, orang yang dandanannya serba aneh dan berantakan ya dicap sebagai anak aneh pula. negatip, narkoba, rokok, minuman, badung, nakal, kotor, berantakan, tidak baik.

Namun, tidak sedikit pula yang bertanya2 apa sebenarnya Harujuku? apakah hanya sekedar dandanan ala Jepang? apakah anak2 dengan rambut dicat ala jepang ini “berantakan”? darimana nama itu berasal? kapan tren itu dimulai? Read the rest of this entry »


Disini, Aku Menunggu Janji Kita

5 June 2008

Matahari pun seakan tak peduli dengan keadaan ku. Ah, mungkin itu hanya perasaan ku saja. Langit memang sedikit mendung. Tapi tidak dengan semangat ku hari ini. Ya, hari ini, 21 februari 2008 kami akan bertemu di taman kota. Itulah janji kami satu tahun yang lalu. Dengan suasana hati yang tidak karuan, aku pun duduk di sebuah bangku di bawah pohon bunga sepatu.

Betapa indahnya hari ini. Perlahan raja langit pun menampakkan cahayanya. Tersenyum melihat kegirangan bocah yang berlarian dan saling berkejaran di depan ku. Mereka pun saling cubit seakan mengejek ku yang sedang gundah menunggu kehadirannya. Read the rest of this entry »